Glade Bridge

Lokasi: Beranda / Bisnis / Kemensos-Bank Mandiri Dorong Pemberdayaan UMKM Desa Karanganyar Borobudur

Kemensos-Bank Mandiri Dorong Pemberdayaan UMKM Desa Karanganyar Borobudur

Kementerian Sosial bersama Bank Mandiri mendorong pemberdayaan masyarakat Desa Karanganyar, Kec. Borobudur, Kabupaten Magelang. Upaya ini dilakukan melalui pemberian bantuan usaha sablon dari Kementerian Sosial, serta bantuan laptop dan pelatihan desain dari Bank Mandiri.

"Pada hari ini, untuk mendukung kelancaran program pemberdayaan sablon di Desa Karanganyar, Kemensos bersama Bank Mandiri berkolaborasi dengan Kepala Desa Karanganyar beserta masyarakat Karanganyar," ujar Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dalam keterangan tertulis, Sabtu .

Adapun Desa Karanganyar saat ini tengah mengembangkan potensi sebagai desa wisata. Terletak di dekat Candi Borobudur, desa wisata ini menawarkan wisata edukasi gerabah serta kuliner, kopi lokal dan produksi souvenir lokal.

Meski demikian, potensi tersebut belum berkembang dengan maksimal karena adanya keterbatasan modal, peralatan, keterampilan dan berbagai faktor lainnya.

Untuk memperkuat pemberdayaan UMKM, Kementerian Sosial menyalurkan bantuan berupa paket usaha sablon di Desa Karanganyar. Bantuan yang diberikan berupa 2 printer DTF, 2 oven curing/heat press, 1 roll kain teflon, 1 buah laptop, 1 paket alat peralatan sablon, 3 PET film, 5 tinta DTF, 5 liter bubuk perekat dan 120 kaos polos katun 24 S pada Februari 2026.

Bank Mandiri juga menyerahkan bantuan berupa satu buah laptop. Selain itu, Bank mandiri juga akan memberikan pelatihan desain dan digital marketing kepada masyarakat Desa Karanganyar agar produk mereka lebih variatif dan dipasarkan secara lebih luas.

Senior Vice President Bank Mandiri, Sri Dono Indarto mengaku bangga bisa berpartisipasi dalam upaya penguatan pemberdayaan di Desa Karanganyar.

"Alhamdulillah kami dari Bank Mandiri bisa berpartisipasi, dan tentunya kami juga sangat senang apabila bisa memperkuat pemberdayaan di masyarakat, khususnya di Sekitar Borobudur," katanya.

Dono berharap setelah mendapatkan bantuan, masyarakat sekitar bisa merasakan pengembangan dari segala ekosistem yang ada di Borobudur.

Sementara itu, Kepala Desa Karanganyar Suyatno mengungkapkan banyak warganya yang berprofesi sebagai penjual souvenir. Namun, mereka hanya mengambil barang dan menjualnya kembali.

Dengan peralatan sablon tersebut, Suyatno mengatakan warganya bisa memproduksi sendiri dan mendapatkan untung yang lebih besar. Karenanya, ia merasa bersyukur desanya mendapatkan bantuan usaha sablon.

"Terima kasih kepada Kementerian Sosial dan juga Bank Mandiri yang sudah ikut peduli kepada Desa kami untuk mengembangkan UMKM di bidang dan produksi kaos. Semoga ini bisa menjadi titik awal agar bisa menjadi kawasan produktif di Borobudur yang selama ini mereka pasif," pungkasnya.

Artikel Terkait

  1. Cegat Pencuri Motor di Matraman, Tukang Ojek Luka Kena Tembak
  2. Update Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, Galeri 24 dan UBS Naik
  3. Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah: Padahal Sudah Ikut Retret
  4. Awas Padat, Cek Titik Pemeliharaan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
  5. Kisah Pilu Wanita di Bekasi: Cari Perlindungan dari Kekerasan Ibu, Jadi Korban Kekerasan Seksual Paman
  6. 35 Soal Asesmen Literasi Membaca dan Numerasi MPLS 2026 Jenjang SMP, Lengkap Kunci Jawaban
  7. Perkuat Ketahanan Pangan, Gubernur Lampung dan Pangdam XXI/Radin Inten Ikuti Panen Raya TNI Serentak
  8. [KLARIFIKASI] Konten AI, Suporter Norwegia Lakukan "Viking Row" di Conveyor Bandara

Copyright © Glade Bridge · Glade Bridge · sitemap ·