Glade Bridge

Lokasi: Beranda / Bisnis / Meriah! BEC 2026 Padukan Nilai Historis, Budaya hingga Fashion Global

Meriah! BEC 2026 Padukan Nilai Historis, Budaya hingga Fashion Global

Parade Banyuwangi Ethno Carnival 2026 berlangsung meriah, hari ini. Deretan kostum spektakuler yang mengusung konsep fashion carnival kembali menunjukkan bagaimana kreativitas modern dapat berpadu harmonis dengan kekayaan budaya lokal.

Kemeriahan BEC dibuka dengan penampilan beragam kesenian khas Banyuwangi. Mulai dari Kuntulan Ewon, Tari Seblang, Gandrung, Jaranan Butho, hingga barong yang ditampilkan secara kolosal. Rangkaian pertunjukan tersebut menghadirkan nuansa budaya Banyuwangi yang kental, sekaligus menjadi penegasan bahwa di tengah perkembangan dan kiprahnya di panggung dunia, Banyuwangi tetap menjadikan tradisi sebagai bagian penting dari identitasnya.

"Globalisasi tidak boleh menyingkirkan budaya, tradisi dan nilai-nilai luhur yang terwariskan oleh nenek moyang kita. Justru kemajuan haruslah menjadi medium untuk terus melestarikan budaya kita," ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam keterangan tertulis, Sabtu .

Usai pertunjukan budaya, parade berlanjut dengan deretan kostum fashion carnival berkelas dunia. Setiap karya tampil dengan desain dan tata rias modern, namun tetap berakar pada inspirasi budaya lokal sehingga menghadirkan perpaduan yang megah sekaligus unik.

Ketua Dewan Kesenian Blambangan Hasan Basri mengatakan nilai-nilai lokal harus tetap berdaulat di tengah kemajuan zaman. "BEC adalah etalase utama untuk menunjukkan keindahan budaya Banyuwangi di panggung dunia," pujinya.

Mengusung tema Perang Bayu, menjadikan BEC 2026 tak hanya spektakuler, namun mengandung pesan historis yang kuat. Episode sejarah terpenting dalam derap kehidupan rakyat Blambangan itu menjadi pengingat akan nilai-nilai perjuangan.

Ketua Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Osing, Banyuwangi, Wiwin Indiarti menyebutkan Perang Bayu adalah salah satu perang penting melawan kolonialisme. Saat itu, Kerajaan Blambangan menunjukkan kegigihan yang luar biasa untuk menjaga kedaulatannya.

"Nilai-nilai kegigihan perjuangan dalam Perang Bayu ini, harus direvitalisasi dengan baik. BEC menjadi titik awal yang baik untuk menggugah kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga tanah air, budaya dan alam kita, sebagaimana dulu Rempeg Jogopati dan ribuan rakyat Blambangan rela mati demi kemerdekaan bangsa," tutur penulis alih bahasa Babad Tawangalun itu.

Pagelaran parade kostum Banyuwangi Ethno Carnival menyihir ribuan pasang mata penonton pada event yang telah memasuki tahun ke-14 itu. Ratusan talent dengan aneka kostum bertema 'Perang Bayu' memukau hadirin dan para wisatawan yang datang. Mereka berjalan di sepanjang 2 kilometer dari Taman Blambangan menuju Jalan Ahmad Yani.

Sebagai informasi, tahun ini BEC dihadiri oleh Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, perwakilan Kementerian Pariwisata RI, serta beberapa tokoh nasional dari unsur pemerintahan pusat, DPR RI, petinggi BUMN, hingga swasta.BEC tahun ini juga disaksikan oleh delegasi perwakilan negara anggota ASEAN, negara East Asia Summit , serta anggota Pacific Islands Forum .

[Gambas:Video 20detik]

Artikel Terkait

  1. 3 Tahun Stroke, Bugira Tak Pernah Kontrol Kesehatan karena Kendala Jarak dan Biaya
  2. Gelombang Panas Bikin 57 Juta Hektar Hutan Tropis Kehilangan Kemampuan Fotosintesis
  3. Purbaya dan DPR Berdebat soal Penempatan Rp 400 Triliun Dana SAL di Bank BUMN
  4. Kunci Jawaban Latihan Pemahaman Modul 3 FPPN Topik 3, Kupas Tuntas Kode Etik Guru PPG 2025
  5. Siswi SMP di Grobogan Trauma Berat karena Berkali-kali Diperkosa Ayah Kandung
  6. Ditangkap di Lampung, Spesialis Curanmor Bersenpi di Jaksel Ditembak karena Melawan
  7. Banjir 1 Meter Rendam Kota Sinjai, Rumah Jabatan Bupati dan Jalan Utama Tergenang
  8. Dapur MBG di Blora Pakai Minyak Goreng MinyaKita, Korwil SPPG: Enggak Boleh

Copyright © Glade Bridge · Glade Bridge · sitemap ·