Glade Bridge

Lokasi: Beranda / Kesehatan / Motor Listrik Murni Buatan Indonesia Dinilai Belum Realistis

Motor Listrik Murni Buatan Indonesia Dinilai Belum Realistis

Suasana pabrik perakitan motor listrik PolytronKOMPAS.com/FATHAN RADITYASANI Suasana pabrik perakitan motor listrik Polytron

Masih Ada Kendala

Martin menjelaskan, Indonesia belum memiliki produksi sel baterai format roda dua dalam skala komersial. Selain itu, Indonesia juga belum memproduksi magnet permanen berbasis tanah jarang yang digunakan pada motor penggerak listrik.

Kendala lain adalah belum adanya fasilitas fabrikasi semikonduktor daya untuk memproduksi controller motor listrik di dalam negeri.

Tanpa tiga komponen strategis tersebut, pengembangan motor listrik murni buatan Indonesia akan sangat sulit dilakukan tanpa ketergantungan pada pemasok luar negeri.

Baterai motor listrik Gesits Raya G, yang jadi salah satu contoh baterai litium.KOMPAS.com/ADITYO WISNU Baterai motor listrik Gesits Raya G, yang jadi salah satu contoh baterai litium.

Integrasi Dinilai Lebih Realistis

Menurutnya, skenario terbaik yang paling realistis saat ini adalah Indonesia menguasai desain kendaraan, pembuatan rangka, integrasi sistem, proses perakitan, serta merek.

Sementara itu, komponen seperti sel baterai, magnet permanen, dan perangkat elektronika daya masih harus diimpor.

Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tetap merupakan capaian penting bagi industri nasional, karena menunjukkan kemampuan Indonesia dalam mengintegrasikan berbagai sistem kendaraan listrik menjadi produk yang siap digunakan.

United E-Motor TX3000United United E-Motor TX3000

"Itu tetap sebuah pencapaian, tetapi harus dinamai dengan tepat: penguasaan integrasi, bukan penguasaan teknologi penuh," kata Martin.

Pernyataan ini memberi gambaran bahwa jika pemerintah meluncurkan motor listrik nasional dalam waktu dekat, kemungkinan besar produk tersebut bukan motor yang seluruh teknologinya dikembangkan dari nol di Indonesia.

Model yang lebih mungkin adalah kendaraan dengan desain dan integrasi lokal, tetapi masih memanfaatkan sejumlah komponen inti dari luar negeri.

Artikel Terkait

  1. Sinopsis, Daftar Pemain, dan Jadwal Tayang Film Juminten Edan
  2. Polemik Malvinas: Inggris Desak FIFA, Gedung Putih Bela Argentina
  3. Pansus DPR Serap Aspirasi Pemprov Maluku soal RUU Daerah Kepulauan
  4. Kesaksian Warga Detik-detik Kecelakaan Beruntun di Sibolangit Tewaskan 4 Orang
  5. Kenapa Zodiak Gemini dan Virgo Kerap Dapat Reputasi Buruk? Ini Alasannya
  6. Nasib Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK Usai Nobar Piala Dunia
  7. Fans Argentina Ngamuk Usai Kalah di Final Piala Dunia, Bentrok dengan Polisi
  8. Hujan Deras Picu Banjir di Tapteng Sumut, 200 KK Terdampak

Copyright © Glade Bridge · Glade Bridge · sitemap ·